Label

Tampilkan postingan dengan label Cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cinta. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 Februari 2011

The Dark of Vallentine Day

Oleh Ustadz Abu Ubaidah Yusuf Bin Mukhtar As-Sidawi Hafizhahullah

14 Februari adalah hari yang sangat istimewa bagi para pendewa Valentine’s Day. Pada hari itu mereka mengungkapkan rasa cinta dan kasih saying kepada orang yang diinginkan. Ada yang menyatakan perasaannya kepada teman, guru, orang tua, kakak atau adik, dan yang paling banyak adalah yg menyatakan kepada kekasihnya. Pada hari itu pula mereka mengirimkan kartu atau hadiah bertuliskan “Be my Valentine” (jadilah Valentine-ku) atau sana artinya “Jadilah kekasihku”
Di Indonesia, sejak era 1980-an, perayaan Hari Valentine ini makin memprihatinkan.

Kamis, 23 Desember 2010

Sebait Cinta Dalam GenggamanNya



oleh: Hanun Al-Qisthi

 Kami tak pernah sadar bahwa sebenarnya Allah telah mengikat hati
 kami jauh sebelum kehidupan ini ada. Benar-benar tak sadar sampai
 aku bertemu dengannya pada suatu sore yang berkalut gerimis di
 sebuah halte busway. Keadaan kami sangat berbeda dengan
 pertemuan-pertemuan kami di masa SMA dulu. Aku tidak
 memandangnya dengan tatapan kebencian seperti dulu, mungkin
 karena sejak hari kelulusan sekolah ia sering hadir dalam pikiranku.
 Aku juga tidak punya nafsu untuk mengacak-acak rambutnya atau mencakar wajahnya, mungkin karena hatiku dipenuhi penyesalan atas sikap diamku melihat kepergiannya. Juga tidak ada rasa dendam atau kekesalan meski dulu daftar sikap jahatnya padaku sudah teramat panjang, mungkin karena rasa dendam itu telah berubah menjadi bulir perasaan indah yang sulit kuungkapkan. Sungguh aku berdiri membeku di hadapannya. Jarak kami cukup jauh, tapi aku melihatnya. Tidak ada hal yang seharusnya bisa membuatku mengenalinya, tapi aku tau itu dia. Aku tau bahwa pria yang duduk manis di kursi tunggu halte busway dan terpisah 10 meter dariku itu adalah Seol Jeong Woo. Teman sekaligus musuh besarku di masa SMA. Pria keturunan Korea itu menoleh, pandangannya terdiam saat berada di arahku. Dan saat itulah mata kami bertemu…

Jumat, 17 Desember 2010

Lantunan Cinta Sang Pencinta


Oleh: Hanun Al-Qisthi

Lewat ekor mata, aku tau matanya yang sipit kecoklatan memandangku lagi. Tetap tajam namun lembut, seperti biasanya. Bibirnya terbuka hendak berkata-kata, namun mungkin rasa segan membuatnya terkatup lagi. Dengan handuk putih bertengger di bahu, ia membalikkan badan membelakangiku. Pergi. Aku diam sejenak lalu mengoleskan metal polish pada baritone kesayanganku, menggosoknya sampai berwarna hitam dan melapnya sampai bersih. Pantulan sinar dari tutsnya menandakan baritone ini selalu terawat dengan rapi. Irio dan Laode tersenyum iri padaku. Baritone mereka tidak pernah semengkilap milikku, padahal kami membersihkannya bersama-sama dua kali seminggu. “Ngiri ya? Hehehe… Nggosoknya yang bener dong , kan udah aku ajarin”, ujarku. Mereka hanya bisa memajukan bibirnya 2 cm

Sabtu, 11 Desember 2010

Karena Dia Begitu Sayang


Mensyukuri langkah, merajut hari-hari dalam balutan kisah kehidupan kadang berkali-kali menjadikan kita berada dalam kefuturan akan kemahakuasaan-Nya. Sering kita berujar, betapa banyak do’a yg kita panjatkan, namun mengapa belum jua harap terwujud dalam nyata? Atau mungkin sering pula kita berkata, begitu banyak ibadah kita haturkan, namun mengapa Ia selalu menjadikan kita kecewa dalam menjalani segala keputusan-Nya?
 dgn diiringi riuh gemuruh tepuk tangan syetan, kita menyangkal segala karunia yg ada. Kita melupakan atas semua karunia yg pernah ada. Kita melupakan atas semua yg telah hadir mengantarkan kita sampai detik dimana saat ini

Senin, 06 Desember 2010

RAcunnya pacaran…


Mungkin judul diatas menakutkan bagi yang menjadi tersangka- tersangka p-a-c-a-r-a-n lawan jenis,ha… atut.. g tw sich namenya capa yg pazti inisial A sampe Z… (betul g’). Memang kalau ngomongin pacaran  waktu orde 2010 ni g’ da habiznya.. Kondisi ni nampaknya dah membudidaya. Muda mudi yg hilir mudik tiap malam minggu entah dengan cp tuh…??? ‘Setan mungkin’. Yg akhirnya Khalwat (berdua-duan)  pun menjadi budaya yg menjijikkan. Contohnya ja pada negri ni hamper 80% remaja